Sengketa Laut China Selatan yang Masih Memanas

Published by admin on

Konflik karena adanya sengketa Laut China Selatan memang masih memanas hingga saat ini. Perairan yang mencakup banyak negara ini memang memiliki banyak kekayaan di dalamnya sehingga menjadi perebutan berbagai pihak.

Bahkan konflik ini memanas terutama antara China dan Filipina. Sehingga ada banyak permasalahan antara keduanya terjadi di lautan ini. Setiap negara memiliki kepentingannya sendiri melakukan klaim pada Laut China Selatan.

sengketa Laut China Selatan

Konflik Sengketa Laut China Selatan

Baru-baru ini pihak Filipina mengajukan adanya pedoman tata perilaku diperbarui. Hal ini tentunya untuk menjaga perdamaian di area sengketa sekitar area laut tersebut. Sehingga nantinya akan muncul kestabilan yang aman dan nyaman antar negara.

Bahkan pihak Filipina juga melakukan pendekatan dengan beberapa negara di Asia Tenggara untuk mendapatkan dukungan. Membangun kode etik di perairan Laut China Selatan agar menjaga perdamaian di area tersebut ke depannya.

Adanya sengketa Laut China Selatan ini melibatkan adalah klaim pulau dan maritim beberapa negara di sekitarnya. Termasuk China, Malaysia, Vietnam, Filipina, dan Indonesia. Sehingga memang harus ada titik tengah mengenai aturan di areanya.

Memang masing-masing negara tersebut harus bersama dan sepakat untuk menjaga perdamaian bersama. Mengatur segala hal yang perlu agar tidak sampai terjadi konflik yang merugikan di area laut tersebut dan beberapa negara di sekitarnya.

Pada dasarnya Indonesia tidak ikut melakukan klaim terhadap wilayah sengketa Laut China Selatan, tetapi terbawa dalam masalah ini. Indonesia hanya mempertahankan ZEE di bagian Utara Kepulauan Natuna yang diklaim oleh negeri tirai bambu pada 2010 lalu.

Amerika Hasut Filipina Dalam Sengketa Ini

Pihak Beijing menuduh bahwa Amerika telah melakukan provokasi terhadap Filipina atas masalah sengketa ini. Beijing juga memberikan peringatan bahwa adanya campur tangan dari pihak Amerika hanya akan memperburuk keadaan yang ada.

Menurutnya Amerika Serikat telah menghasut agar Filipina melakukan pelanggaran terhadap kedaulatan si negara tirai bambu. Hal tersebut akhirnya menimbulkan peningkatan ketegangan maritim di area tersebut dan terus berkembang hingga saat ini.

China sangat tegas dalam melarang tindakan provokasi yang akan merusak perdamaian dan stabilitas Laut China Selatan. Militernya akan melakukan tindakan tegas mempertahankan kedaulatan nasional, kepentingan maritim, dan integritas wilayah.

Keyakinan tersebut muncul setelah adanya pertemuan antara Menteri Pertahanan AS dengan Filipina. Saat itu, Austin sebagai menteri pertahanan AS dilaporkan sudah meyakinkan pihak Filipina bahwa Washington akan membantu Manila.

Bantuan tersebut adalah untuk mempertahankan hak kedaulatan dan yurisdiksi dari Filipina atas Laut China Selatan. Tentu saja hal tersebut langsung menyulut pihak China yang tidak terima dengan pernyataan tersebut.

Hingga saat ini belum ada titik terang mengenai konflik antara beberapa negara ini. Sehingga sengketa Laut China Selatan masih terus berlangsung dan masih memanas karena masih kuat dengan pendapat negara masing-masing.


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *