Perang Musim Dingin Ukraina dengan Rusia Memanas

Published by admin on

Perang musim dingin Ukraina kini semakin memanas. Pada musim dingin kali ini hanya akan menambah kesengsaraan, sebab tidak adanya pihak yang melakukan terobosan taktis atau operasional.

Ukraina melancarkan serangan balasan besar-besaran yang diperkirakan merebut kembali sebagian wilayahnya yang direbut oleh Rusia. Bukan tanpa alasan, perang yang terjadi tentu didasari oleh beberapa alasan tertentu.

Perang musim dingin Ukraina
Army soldiers fighting with guns and defending their country

Alasan Perang Musim Dingin Ukraina dan Rusia

Pada awal Juni, diperkirakan Ukraina akan meluncurkan serangan balasan kepada negara musuh dengan berbagai alasan tertentu. Musim dingin kali ini mungkin akan menjadi kebuntuan yang panjang dan berdarah di negara Ukraina.

Perebutan wilayah ini diperkirakan akan terjadi secara besar-besaran dan mematikan. Berikut alasan perang musim dingin Ukraina dan Rusia:

 1. Ukraina Akan Melanjutkan Serangan Balasan

Setelah gagal dalam tujuan strategisnya untuk membagi pasukan negara Rusia menjadi dua, komandan senior mengatakan serangan balasan akan terus berlanjut hingga musim dingin.

Bulan lalu, Rusia berusaha membalas serangan dengan serangkaian teknik Perang baru di timur menuju kota Lyman, Kupiansk, Mariinka, dan Avdiivka. Namun serangannya gagal dan pihaknya terus meluncurkan serangan meski musim dingin berlangsung.

2. Perang Tanpa Strategi /Perang Autopilot

Angkatan bersenjata Ukraine telah memperkirakan sebanyak 6.260 kematian warga negara musuh dengan rata-rata kematiannya 1.000 warga/hari akibat serangan yang tiada henti di wilayah timur.

Pengajar sistem persenjataan dan geopolitik di Akademi AD Hellenic menyatakan bahwa perang tersebut tidak memiliki strategi, negara terjebak dalam perang gesekan dan ini adalah perang autopilot.

 3. Teknologi Tinggi Tidak Jadi Andalan

Kedua belah pihak, antara perang musim dingin Ukraina gagal menghasilkan keunggulan teknologi atau taktis yang memunculkan terobosan pertahanan dominan. Kedua belah pihak memang memiliki strategi untuk mencapai keberhasilan, namun sejauh ini semuanya gagal.

Rusia berharap bahwa angkatan musuh akan runtuh ketika melakukan invasi. Ketika hal itu ternyata gagal, maka Rusia akan menghujani sekitar 10.000 rudal ke negara lawan dengan tujuan untuk mematahkan keinginan negara tersebut untuk berperang.

4. Pembangkit Listrik Jadi Target

Tahun lalu dalam perang musim dingin Ukraina, pasukan Rusia telah menargetkan pembangkit listrik yang menyebabkan terjadinya pemadaman listrik. Pasukan Ukraina merespon dengan sistem pertahanan suku cadang, udara, dan generator darurat untuk menjaga pasokan listrik Ukraina tetap mengalir.

Pasukannya menyiapkan rudal jarak menengah yang dikombinasikan dengan drone buatan Ukraina. Hal ini bertujuan untuk mendorong kekuatan angkatan laut musuh kembali ke wilayahnya sendiri agar menciptakan jalur pelayaran dagang yang aman.

5. Rudal Jarak Jauh Jadi Andalan

Ukraine telah mencoba strategi ofensifnya sendiri. Pasukannya telah menggunakan senjata jarak jauh untuk menyerang musuh dan menganggu pasokan senjata ke garis depan.

Tapi musuh memindahkan persediaannya ke luar jangkauan serta menemukan jalur pengiriman. Di sisi lain, perang musim dingin Ukraina untuk Ukraine telah mengirim drone guna menyerang lokasi pembuatan rudal Moscow dan Rusia, tapi muatan mereka terlalu kecil sehingga menimbulkan banyak kerusakan.


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *