Larangan Menggunakan Ponsel di Sekolah Selandia Baru Berlaku

Published by admin on

Larangan menggunakan ponsel di sekolahSelandia Baru mulai berlaku 2024, hal ini disebabkan menurunnya tingkat melek huruf. Aturan tersebut disampaikan oleh Perdana Menteri baru, Christopher Luxon ketika mengunjungi beberapa sekolah.

Luxon sendiri baru pekan ini dilantik sebagai PM baru setelah menang dalam pemilu. Gebrakan pertamanya ini bertujuan agar siswa lebih fokus dalam menerima pelajaran, kenyataannya mereka sering bermain handphone.

Hal tersebut membuat para pelajar tidak bisa fokus dalam menerima materi. Jika dibiarkan akan berdampak pada masa depan Selandia Baru karena mereka adalah generasi penerus, maka perlu adanya upaya pencegahan

larangan menggunakan ponsel

Larangan Menggunakan Ponsel di Sekolah Demi Kemahiran Siswa

Luxon sendiri menjelaskan program ini memang menjadi rencananya selama 100 hari pertama. Karena selama ini, handphone menjadi musuh utama dan sudah sewajarnya diberikan pembatasan khususnya di sekolah.

Kondisi ini diperparah dengan adanya pernyataan dari menteri pendidikan. Di mana kurang dari setengah generasi muda mereka yang memenuhi standar membaca sekaligus menulis, sungguh sangat ironi melihat keadaan tersebut.

Membaca dan menulis adalah modal penting bagi semua manusia untuk menapaki masa depan yang lebih baik. Jika separuhnya saja belum memenuhi standar nasib negara tersebut akan dipertaruhkan.

Kenyataan inilah yang membuat adanya kebijakan baru yaitu larangan menggunakan ponsel di sekolahmulai efektif sejak 1 Januari 2024. Sebagai tindak lanjut dari kenyataan pendidikan generasi penerus yang kurang meyakinkan.

Pada saat kunjungan ke berbagai Sekolah, Luxon juga sempat memuji Manurewa Intermediate. Tempat itu memiliki waktu khusus bagi siswa agar bisa membaca, menulis dan berhitung, hal itu dilakukan setiap hari

Semua Negara Juga Sedang Mengujinya

Bila melihat pada catatan internasional, sebenarnya negara ini masuk unggul soal kemahiran membaca, menulis, menghitung. Tetapi, prosesnya jauh lambat dibandingkan China, Finlandia, Singapura, Estonia dan Jepang.

Maka dari itu, perlu adanya aturan baru di mana larangan menggunakan ponsel di sekolahini ternyata juga sedang dijalankan beberapa negara. Ada Amerika, Prancis, Belanda, serta Inggris sedang mengkaji pelarangan tersebut.

Luxon mencoba belajar dari Jerman, mereka negara satu-satunya sudah menerapkan larangan ponsel di lingkungan sekolah, kondisi itu bisa dilihat di Bayern. Bahkan negara lain siswanya sendiri yang membatasi penggunaan smartphone.

Kebijakan ini bukan langsung didukung oleh semua pihak. Ada beberapa kritikus melakukan kritikan mengenai kebijakan tersebut, dan mempertanyakan seberapa efektif dan dampaknya ke siswa. Karena handphone adalah kebutuhan komunikasi

Tetapi, beberapa juga menyatakan dukungannya. Bahkan mereka menganggap aturan tersebut sangat tepat terutama bagi siswa dengan prestasi rendah, dampaknya pasti akan sangat terasa dan harapannya aturan tersebut menjadi bagus dan baik.

Handphone merupakan kebutuhan semua orang termasuk siswa. Dengan adanya larangan menggunakan ponsel di sekolahinimemang belum diketahui bagaimana dampaknya, tetapi ada upaya agar indeks melek huruf menjadi lebih baik.


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *