Kim Jong Un Siap Bertempur, Militer Korut Sudah Siap

Published by admin on

Kim Jong Un mulai melakukan tindakan dari berbagai macam provokasi yang sudah dilakukan kepadanya selama ini. Salah satu caranya adalah mengerahkan kekutan militer Korut untuk bertempur melawan.

Hal tersebut disampaikan saat berkunjung ke Markas besar AU Korea Utara, dalam rangka memperingati hari penerbang. Bahkan, Sang presiden juga meluncurkan pedoman operasional dalam meningkatkan militer untuk perang.

Kim Jong Un

Berbagai Persiapan yang Dilakukan Kim Jong Un

Presiden yang dilantik pada tahun 2011 itu bukan hanya menyampaikan pidato saja. Tetapi juga melihat bagaimana kesiapan tim Angkatan Udara saat menghadapi sebuah pertempuran apabila benar tejadi.

Harapannya adalah semua tim bisa melakukan yang terbaik, dan jangan pernah melakukan kesalahan. Walau kondisinya sangat terjepit sekaligus membahayakan atau posisinya memang kurang menguntungkan, maka dari itu pengawasannya ketat.

Selain melihat bagaimana para awak AU ini berlatih, Kim Jong Un juga mempersiapkan sesuatu yaitu satelit mata-mata. Menurutnya alat ini sudah sukses menorbit di luar angkasa. 

Dengan begini, Korea Utara bisa melihat apa yang sedang dilakukan oleh musuh, jadi saat mereka diserang bisa melakukan antisipasi. Secara terang-terangan memang satelit itu ditujukan untuk Amerika dan Korsel.

Jadi, mulai dari sekarang militer Korut bisa melihat bagaimana pergerakan kedua negara tersebut. Bagi mereka Amerika dan Korsel adalah musuh utama yang perlu dihadapi pertama kali dan wajib menang.

Mengetahui siasat tersebut, pihak militer korsel dan Amerika sebenarnya sudah melayangkan protes. Hanya saja, sampai saat ini tidak ditanggapi dengan baik sehingga satelit Korea Utara masih bekerja.

Dampak Satelit Mata-Mata

Kim Jong Un sebenarnya mendapatkan keluhan atas tindakannya memasang satelit tersebut. Pihak Washington dan Seoul sampai menyampaikan tidak etisnya perihal tersebut ke Dewan kehormatan Partai Bangsa-Bangsa.

Bukan melunak dan memahami kondisi, presiden korut tersebut justru akan menambah lagi jumlahnya. Kondisi tersebut terjadi karena, pihak Pyongyang sendiri menyatakan semua itu sah saja dan wajar.

Mereka merasa tidak melanggar apapun, karena semua sikap tersebut merupakan hak setiap negara dalam mempertahankan diri. Jadi, wajar saja bila pihak Pyongyang perlu melakukan tindakan seperti itu.

Sikap Korut yang seakan tidak merasa bersalah dengan meluncurkan satelit mata-mata itu membuat pihak Seoul sendiri bertindak. Salah satunya adalah menangguhkan kesepakatan di bidang militer yang sudah disepakati bersama.

Bukan hanya itu saja, pihak pertahanan korsel juga melakukan respons. Mereka akhirnya memperketat pengawasan di perbatasan kedua negara, dan bersiap andai kata perang benar akan terjadi.

Hal tersebut kembali di respons oleh pihak Pyongyang yang seakan tidak ingin kalah. Mereka menjanjikan akan menyediakan persenjataan baru, lebih lengkap dan canggih di sepanjang perbatasan,

Bukan hanya Korsel saja, Amerika juga bertindak atas sikap Kim Jong Un tersebut, dengan menjatuhkan sanksi cukup berat, sampai saat ini Korut belum memberikan respons dari tindakan AS tersebut.


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *